Masukan dari Mei 2008
Membaca judulnya yang hampir sama, pikiran anda pasti melintas pada tayangan sinetron di salah satu televisi swasta. Sinetron yang selalu menggambarkan suami-suami yang selalu menurut apa kata istri-istrinya. Suami-suami yang selalu bermain mata dengan wanita lain dan takut ketahuan oleh istri-istri mereka. Suami yang mau menyapu dan mengepel lantai karena perintah dan takut pada sang istri.
Bagaimana sih sebenarnya suami yang baik bagi seorang istri tetapi tidak dapat dikatakan sebagai suami yang takut istri?
- Suami yang menjaga pandangannya pada wanita lain. Suami menjaga mata dan hatinya karena mencintai istrinya seorang. Suami yang takut bila mengikuti nafsunya akan menyakiti hati sang istri. Istri yang telah menjaga kehormatannya dan memberi anda keturunan, tidak layak untuk anda duakan.
- Suami yang kemanapun anda pergi berpamitan dengan istri anda. Meminta izin pergi tidak hanya berlaku bagi istri kepada suami. Izin yang disertai dengan restu dan doa dari istri akan memberikan kemudahan bagi anda. Perasaan anda akan lebih terasa ringan dalam melangkah jika kepergian anda disertai ciuman ,senyuman dan doa dari istri.
- Suami yang ikut andil dalam mengasuh dan menjaga anak. Suami tidak melepas tanggung jawabnya terhadap anak. Meskipun anda sebagai kepala keluarga telah disibukkan mencari nafkah. Tidak ada salahnya membantu istri dalam menjaga anak dengan melibatkan diri anda dengan aktifitas bersama anak seperti mandi atau bermain bersama anak. Aktifitas ini juga akan menambah nilai positif terhadap kedekatan hubungan anak-ayah.
- Suami yang mau meluangkan sedikit waktunya di dapur untuk memberi kejutan-kejutan kecil bagi istrinya. Kejutan dengan membuatkan secangkir teh hangat atau bahkan membuatkan sarapan pagi bagi sang istri. Anda yang semula tidak pernah menginjakkan kaki ke dapur akan menjadikan kejutan ini menjadi hal yang tidak pernah istri anda lupakan. Kejutan-kejutan kecil yang menunjukkan perhatian anda terhadap sang istri akan semakin meningkatkan keharmonisan rumah tangga anda.
- Suami yang tidak anti terhadap pekerjaan rumah tangga. Peduli pada rumah dan halaman seperti menyapu atau mengepel. Tidak ada salahnya anda sebagai seorang pencari nafkah melakukan kegiatan seperti itu. Kegiatan ini disamping meringankan tugas istri juga menjadi olah raga bagi anda. Menyenangkan istri sekaligus berolah raga.
Beberapa contoh diatas hanyalah sebagian kecilnya saja. Pada intinya adalah jika anda memang mencintai istri anda, janganlah takut dikatakan sebagai suami yang takut istri jika anda takut melirik wanita lain. Tidak pula lelaki yang takut istri jika seorang suami mau terlibat dalam urusan rumah tangga. Membantu meringankan pekerjaan istri adalah bukti rasa sayang suami terhadap istri.
Apakah anda bukan termasuk orang yang takut dikatakan sebagai suami takut istri ?
Kategori: Tak Berkategori · pria
Ditandai: Add new tag, lelaki, pria, suami
Rasa rujak ini seperti hubungan mertua dan menantu pedas, asam…….dan manis jika hubungan mertua dan menantu harmonis. Resep rujak ini asli resep dari seorang mertua kepada menantunya.
Bahan:
- 2 buah gula jawa
- 2 buah jabe merah keriting
- 1sndk teh asam dan 1 sndk teh garam
- 2 gelas air
- 1buah nanas
- 4 buah bengkoang
- 3 buah mentimun,buang bagian tengahnya.
Cara:
- Rebus gula jawa, cabe yang telah dihaluskan kasar, asam dan garam hingga mendidih dan agak mengental. Kemudian dinginkan. Jika ingin lebih pedas dan asam anda bisa menambahkan sesuai selera anda.
- Potong-potong nanas,bengkoang dan mentimun menjadi kotak-kotak kecil ukuran 1 cm.Anda juga dapat menambahkan buah lain sesuai keinginan anda.
- Setelah kuah rujak dingin , masukkan kuah kedalam potongan buah, tutup dan diamkan rujak dalam lemari pendingin semalam. Rujak dengan kuah yang banyak dan meresap pada buah dapat menyegarkan anda disaat cuaca panas. Anda juga dapat menambahkan es didalamnya.
SELAMAT MENCOBA…….
Kategori: Makanan
Ditandai: Add new tag, Makanan
Aduh…!!! Pusing deh sama mertuku ini…
Kenapa sich??? Punya ibu mertua kayak dia??? Sebel! Benci! Pengen rasanya…
Eeiitt……tunggu! Jangan anda biarkan segala macam sumpah serapah keluar dari bibir anda yang manis. Hubungan mertua dan menantu yang kurang harmonis biasanya lebih sering terjadi antara menantu dan ibu mertua. Sangat disayangkan jika hubungan seperti ini berubah menjadi kerikil dalam keharmonisan hubungan dengan pasangan kita, istri atau suami kita. Demi menjaga keharmonisan dan kelanggengan hubungan dengan pasangan kita, cobalah beberapa tip memperbaiki hubungan mertua dan menantu.
Tip memperbaiki hubungan mertua dan menantu yang kurang harmonis:
- Harus kita ingat bagaimanapun juga mertua adalah orang tua pasangan kita. Jika anda berselisih dengan ibu dari pasangan kita, ingatlah! Ibu pasangan kita adalah ibu kita juga. Ada pepatah “Ridho Allah tergantung ridhonya orang tua”. Doa ibu mertua bisa jadi jalan bagi kesuksesan kita. Jangan sampai hati kebencian kita menyakiti hati mertua kita.
- Terimalah segala kekurangan mertua. Mertua kita yang memang bukan orang tua kita sudah pasti memiliki kebiasaan sikap dan tingkah laku yang berbeda dengan kita. Kebiasaannya yang terkadang tidak pas menurut kita. Cobalah untuk menerimanya. Namanya juga orang tua, selalu memandang anak adalah anak, hingga terkadang lupa anaknya telah dewasa dan berumah tangga.
- Jika sikap dan tingkah laku mertua benar-benar tidak pas menurut kita, cobalah berbicara langsung. Berbicaralah secara baik-baik sebagaimana kita berbicara dengan ibu kita. Terkadang ibu mertua tidak menyadari bahwa anaknya telah berkeluarga. Memiliki keluarga sendiri dengan prinsip dan pondasi berumah tangga yang dibangun berdua dengan pasangannya. Mulailah terbuka dengan mertua, apa yang tidak pas menurut kita dan segeralah ungkapkan perasaanan anda. Jangan hanya anda pendam dalam hati. Perasaan sebel, marah, tidak suka terhadap mertua pada akhirnya dapat menjadi bumerang bagi keharmonisan keluarga anda sendiri. Hubungan anda dengan mertua yang tidak harmonis dapat menjadi kerikil dalam hubungan anda dengan pasangan anda.
- Kita juga tidak boleh egois, bahwa kita merasa yang paling benar sendiri. Kita sebagai manusia pasti juga memiliki kekurangan. Pernahkah anda menyadari sikap anda yang kurang simpati terhadap mertua mungkin saja telah menyakiti hati seorang ibu? Ibu pasangan anda yang tidak lain adalah mertua anda? Jika anda telah dapat menerima kekurang mertua, tidak ada salahnya untuk memulai hubungan harmonis dengan mertua dengan cara meminta maaf kepada mertua terlebih dahulu. Memang berat untuk meminta maaf terlebih dahulu apalagi jika kita merasa bahwa ketidakharmonisan dengan mertua dikarenakan sikap dan tingkah laku mertua yang terlalu campur tangan serta kata-kata mertua yang tajam menurut telinga kita. Berbesarhatilah, meminta maaf dan mulailah berbicara dari hati ke hati dengan mertua, niscaya sekeras apapun mertua , hati seorang ibu tetap menginginkan kebahagian anak dan mertuanya.
Semoga hubungan anda dengan mertua anda menjadi lebih harmonis. Dan hubungan anda dengan pasangan anda memperoleh kebahagiaan dunia dan akherat.
Kategori: Perempuan · Tak Berkategori
Ditandai: Add new tag, hubungan harmonis, menantu, mertua, Perempuan