Vinkim’s Weblog

Sungaiku Sayang, Sungaiku Malang

7 April 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sungai…

Mendengar kata sungai teringat akan cerita orang tua. Bagaimana masa kecilnya dapat dengan bebas merasakan kenikmatan segarnya air sungai di masa itu. Tanpa takut akan terkena dampak pencemaran seperti yang kurasakan. Oo…iri sekali aku mendengarnya…, bagaimana tidak! Lihat kondisi sungai-sungai kita sekarang! Lihat sungai-sungai di Jakarta! Hitam, bau dan kotor. Tercemari sampah-sampah manusia, kotoran atau tinja manusia,serta limbah perusahaan. Sepertinya tidak ada satupun sungai di Jakarta yang terbebas dari pencemaran.

Ya, memang tidak ada satupun sungai di Jakarta seperti sungai tempo dulu. Liat aja sungai ciliwung sekarang, hitam dan kotor. Mengutip Tempo Interaktif, Jakarta; Selasa 20 Maret 2007, 13 Sungai di Jakarta Tercemar Ekoli Akut, “Sungai Ciliwung sebagai salah satu sungai dengan tingkat pencemaran tinggi mengandung bakteri ecoli mencapai 1.600.000-3000.000 individu/100cc diatas standar baku mutu 10.000 individu/100 cc, serta bakteri fecal 280.000-1.600.000 individu/100cc diatas standar baku mutu 2000 individu/100 cc”. Kedua bakteri ini bisa menyebabkan diare dan muntaber. Bakteri salmonelapun sudah barang tentu terkandung dalam air sungai yang tercemar, karena bakteri ini biasanya terdapat dalam kotoran dan tinja manusia. Bayangkan jika kita harus menggunakan air yang tercemar ini dalam kehidupan sehari2 kita. Padahal tidak sedikit masyarakat kita terutama yang tinggal di daerah bantaran sungai masih memanfaatkan air sungai dalam kehidupan mereka.

Pikirankupun kembali meruntun kebelakang, teringat bagaimana sakitnya perut dan dada ini. Serasa mau mati saja. Oleh dokter aku di diagnosa terkena bakteri salmonela. Bakteri yang biasa terdapat pada tinja manusia. Yang menyerang akibat kurang menjaga kebersihan hidup. Setelah ku ingat-ingat kembali,perut ini terasa mulai sakit setelah menyantap siomay dari pedagang keliling. Ada apa gerangan dengan siomay itu? Apakah ikan yang digunakan telah tercemari bakteri salmonela akibat sungai yang tercemar? Ikan apakah yang digunakan?Haruskah aku menyalahkan pedagang siomay keliling?Yah…sudahlah,toh itu telah berlalu.

Terlepas dari sakit yang kurasakan dikala itu, hati ini lebih terasa sakit melihat sungai-sungaiku kini begitu tercemar. Tidak hanya mengandung bakteri, sungai-sungai kini mengandung logam berat berbahaya. Tercemarnya air sungai telah mendorong Badan Pengendali Lingkungan Hidup(Bapedal) pada maret 2008,mengeluarkan data bahwa 83% dari 13 daerah anak sungai dan 9 kawasan muara sungai kini masuk dalam kategori tercemar berat. Bahkan kedua kawasan ini dikatakan bapedal masuk dalam status eutrofik, dengan kata lain dapat meledak sewaktu-waktu. Dampak dari ledakkan ini adalah munculnya berbagai macam penyakit, kematian masal biota laut dan dapat menberikan ancaman serius dan berimbas langsung bagi masyarakat seperti banjir.

Sungaiku sayang,sungaiku malang…,beginikah wajahmu kini…

Kategori: Sekitar kita · Tak Berkategori
Ditandai: ,

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar